Banner 468 x 60px

 

Jumat, 19 Juli 2019

Nasehat kyai Hasan Abdullah Sahal

0 komentar

*PESAN DAN NASEHAT PIMPINAN PM DARUSSALAN GONTOR K. H HASAN ABDULLAH SAHAL DALAM ACARA WISUDAWAN/TI ANGKATAN KE 33 DI AULA BPPM*

Kamis, 18 Juli 2019

[ 1 ]Jangan terkecoh dengan ilmu, jangan terkecoh dengan puja-puji dari kanan kiri.
لا تكن مغرورا بعلمك

[ 2 ]Pondok pesantren adalah suatu sumber kebenaran, kebenaran yang abadi.

[ 3 ]Manusia saat ini adalah tanggungjawab kita sebagai kholifah

[ 4 ]Sekarang perebutan antar peradaban. Antara barat dan timur, antara islam seperti zionisme.

[ 5 ]Kita belajar di pesantren sesuatu yang abadi. Islam itu abadi, ilmu dan pengetahuan itu abadi maka jangan sampai keabadian ini diobrak-abrik oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

[ 6 ]Nilai-nilai kehidupan yang abadi ada 5 : Islam, Alqur'an, Syari'at, Bahasa Arab, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

[ 7 ]Ilmu tidak akan diambil, tapi ulama'lah yang akan diambil.

[ 8 ]Banyak sekarang ma'mum meninggalkan imam, karena ketidak mampuannya.

[ 9 ]Islam sampai kiamat tidak akan pernah hilang. Alquran tidak akan pernah berubah. Syariat tidak akan hilang. Bahasa Arab akan terus hidup dan IPTEK akan terus berkambang dan tidak akan pernah habis sampai hari kiamat. Itulah Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok tapi modern. Modern tapi Pondok bukan seperti sekarang Binatang tapi Modern, Modern Tapi Binatang.

[ 10 ]
إن الله لا ينزع العلم انتزاعا....

Ilmu tidak akan dibuang dari bumi ini, tapi ulama'nya yang diambil.

[ 11 ]Nanti akan ada Guru yang tinggalkan Murid, Murid ditinggalkan Guru. Pemimpin tinggalkan rakyat, rakyat tinggalkan pemimpin. Imam tinggalkan ma'mum. Ma'mun ditinggalkan imam.

[ 12 ]Orang-orang kafir sama dari dulu sampai sekarang
سواء عليهم أأنذرتهم...
Sekarang orang kafir tidak miskin, ada yang kaya raya punya teknologi.

[ 13 ]Tidak ada kenikmatan, tidak ada kebahagian kecuali tanpa doa kepada Sang Ilahi. Yang terjadi sekarang kebahagiaan ila sabili partai, ila sabili perut.. padahal dalam alquran yaa ayyautuhan nafaul muthmainnah ..
يا أيها النفس المطمئنة إرجعي إلى ربك...../ ادعوا إلى سبيل ربك...... /فربك فكبر....
Tapi sekarang fapartaika fakabir.. fajaibika fakabir... nafsuka fakbbir.. hartaka fakabir inilah yang terjadi saat ini.

[ 14 ]Terjadi sekarang ini, pintu neraka dibuka banyak-banyak seluas-luasnya selain itu juga pintu syurga dibuka banyak-banyak dan seluas-luasnya, maka pilihlah
فمن شاء فليؤمن فمن شاء فليكفر

[ 15 ]Insya allah.. Fakultas kedokteran berdiri sebelum 1 abad. Entah ditolong atau tidak ditolong. kita minta kepada Allah Swt. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi.

[ 16 ]Harapan pimpinan pondok kepada cucu-cucu trimurti agar menjaga nilai-nilai pondok dan mengembangkannya, harus lebih maju dan meningkat.

[ 17 ]Kita harus mencetak miliu, jangan jadi budak miliu.

[ 18] Kita harus berani menyatakan kebenaran,  bukan membenarkan pernyataan.

[ 19 ]Kalian (para wisudawan/ti) itu mahal. Walaupun kalian makan hanya SKS (Sambel Krupuk Sayur).

[ 20 ]Kalian masih muda, jangan berhenti sampai sini. Jangan merasa cukup
شبابك قبل حرمك
[ 21 ]Kita menghadapi KOMUNIS, kita menghadapi PKI, menghadapi KAFIR.

[ 22 ]Lucu... ada orang yang tidak mau dikatakan kafir. Padahal kita tidak pernah mengkafirkan orang tapi kalau ada orang yang tidak mempercayai ALLAH SWT namanya KAFIR. Kalau orang tidak bisa berbicara namanya BISU. orang yang tidak bisa mendengar namanya TULI. Orang yang tidak bisa melihat namanya BUTA.

[ 23 ]Kalau ada yang meninggal ketika menuntut ilmu, itu namanya mati syahid.

[ 24 ]Jangan pernah putus asa karena kita masih bisa maju kedepan
لا تخذرن من المعروف شيئا

[ 25 ]Hati-hati.. musuh-musuh sedang mengendap-ngendap, mengintip-intip ingin memusnahkan islam dan pesantren.

[ 26 ]Islam tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini, tapi Islam bisa hilang di Indonesia.

[ 27 ]Islam tidak butuh pembelaan, Islam tidak butuh pembenaran dan dukungan. Islam tidak butuh mayoritas. Islam akan tetap berjaya. Cuman masalahnya kamu dan kita bertanggungjawab.

[ 28 ]Adakah ayam bertarung dengan ayam, adakah kambing membunuh kambing, adakah kucing membunuh kucing? Tapi kenapa manusia membunuh manusia?

[ 29 ]Kebenaran ini tidak butuh pembenaran, tidak butuh pengakuan, tidak butuh dukungan, tidaku butuh Pembelaan. Kita harus berani bilang 2 × 2 = 4. Tapi sekarang 2 x 2 = 5 bahkan ada yang 2 × 2 = 4 plus komisi.

[ 30 ]Renungkanlah, apa yang harus kita perbuat, apakah yang harus kita berikan?. Dunia ini saling memberi. Unida pondok telah mengajarimu bukan take take take, tapi give, give, give.

Read more...

Selasa, 19 Maret 2019

Keistimewaan Solat Sunnah di rumah dibandingkan di Masjid

0 komentar

*🌾🏡 JIKA SANGGUP; MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH DI RUMAH ITU LEBIH BESAR PAHALANYA 🌾🏡*

Mengapa jika sanggup? Karena bila mengakibatkan malas dan justru malah jadi tidak shalat sunnah sama sekali dikarenakan banyak penghalang jika pulang ke rumah; maka tentu saja dikerjakan di masjid jadi lebih baik baginya.

Sedang jika sanggup, jelas saja di rumah itu yang terbaik. Simak tiga hadits berikut ini.

1⃣ Dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda :

صلاةُ الرجلِ تطوعا حيثُ لا يراهُ الناسُ تعدلُ صلاتَه على أعيُن الناسِ خمسا وعشرين

_"Shalat sunnah yang dikerjakan seseorang di tempat yang tidak dilihat oleh manusia; itu sebanding dengan dua puluh lima kali shalat sunnahnya di tengah orang-orang."_ -SHAHIH- (Shahih Al Jami', 3821) HR. Ad-Dailami (II/244)

2⃣ Dan tersebut satu hadits lain semakna dengan ini, kata Nabi Muhammad ﷺ:

تطوُّعُ الرجل في بيتِهِ يزيدُ على تطوُّعِه عندَ الناس، كفضْلِ صلاة الرجل في جماعةٍ على صلاتهِ وحدَه

_"Shalat sunnah seseorang di rumahnya lebih utama daripada shalat sunnah yang dikerjakannya di tengah manusia. Seperti keutamaan shalat berjama'ah di atas shalat sendirian."_ -SHAHIH- (Ash-Shahihah, 3149) HR. Ibnu Abi Syaibah (II/256)

3⃣ Lantaran banyak manfaat¹ bila shalat sunnah itu dikerjakan di rumah, Rasulullah ﷺ memesankan hal ini kepada umatnya:

لا تتركوا النوافل فيها

_"Jangan tinggalkan pengerjaan shalat sunnah di rumah-rumah."_  -HASAN LI GHAIRIH- (Ash-Shahihah, 1910) HR. Ad-Dailami (II/141)

¹ Seperti: lebih mudah untuk ikhlas, menghidupkan rumah dengan ibadah, dan memberi contoh baik pada istri dan anak-anak.

Bila kita muslim, semoga bisa diamalkan. Sedang jika muslimah, harapannya bisa memotivasi suami atau saudara laki-lakinya untuk mengisi rumah dengan shalat sunnah.

Read more...

Kamis, 28 Februari 2019

Muslimah hebat dari Abad pertengahan

0 komentar

*Beberapa Muslimah Hebat dari Abad Pertengahan*

*Mariyam “Al-Astrolabiya” al-Ijliya*

Maryam hidup sekitar Abad 10 masehi. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang identitasnya. Bahkan nama Mariyam pun adalah nama yang disandangkan padanya oleh the Syrian Archaeological Society. Dan “Al-Astrolabiya” tidak lain adalah julukan yang diberikan oleh para ilmuan Eropa kepadanya atas jasanya dalam bidang astronomi.[1] Orang-orang lebih banyak mengenalnya melalui karyanya yang luar biasa, yaitu Astrolabe.

Astrolabe yang berarti (star finder) atau alat pemburu bintang, adalah GPS pertama di dunia. Inilah alat pertama yang digunakan untuk menentukan lokasi, waktu (tahun, bulan dan tanggal), dan peredaran matahari. Menurut Harold Williams seorang ahli di bidang astrofisika (Astrophysicist), Astrolabe adalah alat penghitung astronomi yang paling penting sebelum komputer digital ditemukan, dan instrumen observasi astronomi yang paling penting sebelum teleskop ditemukan.[2]


Meski teknologi pembuatan Astrolabe ini sudah ditemukan sejak zaman Yunani kuno dan juga sempat dikembangkan oleh banyak ilmuan Muslim. Tapi Mariyam membuat desain dan teknik pembuatannya lebih rumit, inovatif dan lebih presisi.[3] Menurut Prof. Saleem Al-Husaini, yang dikutip dari Arab Times, “Mariyam adalah Muslimah pertama pembuat cikal alat transportasi dan komunikasi untuk dunia modern. Pekerjaan yang dilakukannya rumit dan berkaitan dengan persamaan matematis tapi ia mampu membuktikan kemampuannya dalam bidang ini”.[4]

Meski tidak banyak yang diketahui tentangnya, namun sosoknya begitu menginspirasi para ilmuan modern, khusus di kalangan ahli astronomi. Pada tahun 1990, seorang astronom bernama Hendry E. Holt menemukan sabuk utama asteroid 7060 di pusat observasi Palomar. Ia menamakan temuannya ini dengan ’Al-‘Ijliya’, untuk menghormati wanita hebat dari abad ke 10 Masehi ini.[5]

*Sutayta al-Mahamali*

Sutayta al-Mahamali adalah seorang ahli matematika. Kepakarannya di bidang ini bahkan di puji oleh banyak ulama pada zamannya seperti seperti Ibnu al-Jauzi, Ibnu al-Khatib Baghdadi, dan Ibnu Katsir. Ia hidup pada sekitar paruh kedua abad 10 masehi.

Sutayta berasal dari keluarga berpendidikan di Baghdad. Ayahnya adalah seorang hakim bernama Abu Abdallah al-Hussein. Ia adalah penulis beberapa kitab termasuk Kitab fi al-fiqh, Salat al-‘idayn. Pamannya adalah seorang sarjana Hadis, dan putranya adalah juga hakim bernama Abu Hussein Mohammed bin Ahmed bin Ismail al-Mahamli yang terkenal karena keputusan-keputusannya yang bijak.[6]


Kemahiran Sutayta dalam bidang matematika tak bisa dilepaskan dari peranan sang ayah, Abu Abdallah al-Hussein. Selain dibimbing ayahnya, Sutayta juga menimba ilmu matematika dari beberapa ahli matematika pada masa itu, di antaranya Abu Hamza bin Qasim, Omar bin Abdul Aziz al-Hashimi, Ismail bin al-Abbas al-Warraq, dan Abdul Alghafir bin Salamah al-Homsi.[7]

Sebenarnya, Sutayta al-Mahamali adalah sosok yang multi talenta. Ia dikenal berpengetahuan luas dalam banyak hal, memiliki kemahiran dalam bidang hadist dan syariah. Tapi dari semua itu, ia lebih dikenal sebagai pakar matematika, khususnya aritmatika. Aritmatika merupakan cabang ilmu matematika yang mengkaji bilangan bulat positif melalui penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.


Pada masa itu, aritmatika menjadi cabang matematika yang berkembang cukup baik. Dan Sutayta salah satu ilmuwan yang berhasil memecahkan solusi sistem persamaan dalam matematika. Catatannya tentang sistem persamaan pun banyak dikutip oleh para matematikawan lainnya. Sutaita tutup usia pada tahun 987 M.

*Zaynab Shāhdā*

Disamping bidang keilmuan, para Muslimah hebat ini juga tak kalah prestasinya di bidang seni. Salah satu seni yang paling prestisius dalam dunia Islam adalah seni kaligrafi. Untuk mendapatkan gelar kaligrafer (Khattat), seseorang harus melewati jenjang pendidikan yang ketat, serta proses-proses belajar dan pelatihan yang panjang disertai disiplin yang tinggi. Bagaimana tidak, karena tujuan akhir dari seorang khattat adalah kemampuan untuk menulis ayat suci yang benar, dan tidak hanya sekedar benar, tetapi juga harus indah. Dengan demikian, seorang khattat, selain harus memahami Al-Quran dia juga memiliki kualifikasi tertentu.[8] Baru setelah berhasil melewati fase pendidikan yang berat ini, mereka layak mendapat ijazah kelulusan, yang sekaligus sebagai sertifikat keahliannya dalam bidang ini dan bisa di sebut Khattat. [9]

Salah satu kaligrafer yang paling menonjol di abad pertengahan adalah Zaynab Shāhdā binti Ahmad bin Al-Faraj bin Umar Al-Abrī. Selain seorang kaligrafer, Zaynab juga dikenal sebagai sosok yang berpengetahuan luas dan menguasai cukup banyak bidang ilmu, seperti hadist, syariah, dan sains. Dalam bidang kaligrafi, kompetensinya tidak tanggung-tanggung. Ibn Khallikān, yang dikenal sebagai sejarawan penting era ini, menulis bahwa Zaynab telah menerima pelajaran dan ijazahnya dari para ilmuwan penting di abad ke-5 Hijriah seperti Abu al-Hattāb Nasr bin Ahmad al-Butruvānī dan Abū ‘Abdullāh Hussain bin Ahmad bin Talha an-Niālī. Bahkan sumber lain juga menyebutkan bahwa Muhammad bin ‘Abdul Mālīk, dari sekolah Mesir, adalah gurunya.[10] Disamping kaligrafi, ia menghabiskan waktunya untuk belajar sains dan sastra. Zaynab Shāhdā meninggal di Baghdad, saat berusia hampir 100 tahun, pada hari Minggu siang, 13 Muharram, 574 H/1178 M. Ia meninggalkan beberapa karya di Baghdad dan sejumlah madrasah.


Selain Zaynab Shāhdā, masih cukup banyak Muslimah yang menggeluti dunia kaligrafi dan sastra dari abad pertengahan. Hilal Kazan menulis nama-nama mereka dalam bukunya “Female Calligraphers: Past & Present”. Beberapa diantaranya:

Duhtar-i ibn Mukla Shirāzī, yang hidup pada abad ke-10 masehi. Ia juga salah seorang guru kaligrafi yang cukup terkenal pada masanya. Seni kaligrafisnya memiliki sentuhan khas yang diwariskan secara turun temurun. Saat ini salah satu karyanya yang tersisa masih bisa dilihat di Mir ‘Imād Calligraphy Museum di Tehran, Iran.
Muznā, yang hidup pada abad  ke 10 masehi. Ia adalah salah satu juru tulis Khalifah al-Amir an-Nāsīr lī-Dīnillāh dan juga Abdurrahmān III (350/961). Namun sayang, tak satu pun dari karya-karyanya masih bertahan hingga hari ini. Ia meninggal pada 358/969.
Fātima, yang juga merupakan selir Khalifah Abdurrahman III. Ia hidup pada abad ke 10 masehi di Andalusia. Ia adalah salah satu kaligrafer yang mendapatkan kesempatan langka diperbolehkan menulis banyak buku dengan gaya tulisannya yang unik bagi Khalifah dan putranya Mālik Hakem II. Disamping itu, ia juga banyak menyalin banyak buku, baik buku sains ataupun seni.
Masih banyak lagi Muslimah-Muslimah hebat pada bidang ini yang ternyata sangat besar jasanya bagi pembangunan peradaban kita sekarang. Beberapa nama lain diantara mereka adalah; Safiyyā binti Abdurrabī’ (417/1026); Fātima binti Zakarīyā bin ‘Abdullāh as-Shebbarp (427/1036); terakhir adalah Fātima, putri Zakarīyā bin ‘Abdullāh, yang telah berhasil meng-copie banyak buku-buku penting dalam tulisan tangan yang indah, sehingga ringan dibaca oleh banyak ilmuan pada masanya. (AL)

Bersambung…

Read more...

Rabu, 02 Januari 2019

Pesan & Nasehat KH. Hasan Abdullah Sahal

0 komentar

Pesan & Nasehat KH. Hasan Abdullah Sahal

1. Lagu hymne ditutup dg kata IBUKU....
Pondok adalah ibu, dan ibu tdk akan melepaskan anaknya, meskipun anaknya sdh jd presiden, ibu akan tetap menasehati anaknya. Dan anak jg akan selalu minta nasehat ibunya.
Sementara bapakmu adalah gurumu, walikelas, aktivitas, organisasimu dll.
Apa yg dikerjakan bpk dan ibu ada di pondok.

2. Dr kandungan yg sama akan lahir anak2 yg berbeda.

Gontor dituduh bkn aswaja, wahabi, dll.

Gontor itu aswaja, aswaja yg cerdas!

3. Dg sering kumpul, akan muncul ide gagasan. Di jawa ada kata 'cangkir' pd saat berkumpul. Cangkir = nyencang pikir. Sering bertemu akan bnyak nyencang fikir.

4. Jangan mudah silau, 'Laisa kullu ma yalmau dzahaban.' Blm tentu rumput tetangga lbh hijau. Kita sdh diajarkan pondok (bpk ibumu) ttg hal itu.

5. Dtg ke pondok tdk hanya utk ngecash, tp utk membaca raport kita. Ttg keikhlasan kita, kesederhanaan dll.
Apakah kita sdh menerapkan keikhlasan yg tlh diajarkan gontor dlm kehidupan nyata? Bgmn dg sederhanaan kita? Baca!

Juga membaca raport pondok. Adakah nilai2 gontor yg berubah. (Gontor insyaAllah akan ttp istiqamah dlm menjaga nilai2).

6. Gontor tdk takjub dg berbagai profesi alumninya, tp akan takjub dg keistiqomahan menjalani profesi tsb berdasarkan pd nilai2 yg tlh diajarkan pondok. (Komitmen thd nilai2.)

Inna fi kholqi samawati wal ardl...
Itu cerminmu, apakah kalian sdh yadzkurullaha qiyaman wa quudan wa'ala junubikum atau blm?

Bercerminlah dr berbagai arah.

Nilai2 utk bercermin.

7. Gontor tlh memberikan kunci.
Bhs arab kita kalah dg lipia, inggris kalah dg sekolah umum.
Tp anak gontor bisa menggunakan kunci tsb dg baik (yahanu).

8. Dunia semakin luas, sementara buminya tdk semakin luas. Jika kita tdk mengembangkan kunci2 tsb kita akan semakin tersingkir.
Punya kunci tp tdk dipakai.
9. Jaman skrg bnyk org yg keblinger. Org2 melakukan istighosah ktk gang doly mau ditutup. La haula wala quwata illa billah.

10. Gontor bukan lembaga pergerakan, tp lembaga pendidikan.

Gontor mendidik anak2 yg akan mendidik presiden, menteri, jendral. Dll.

11. Gontor mendididik santri dg cara: muamalah (sosial/kehidupan bermasyarakt), muasyaroh (kekeluargaan) mukholatoh (pembauran).

Gontor menghadapi yatim lbh dr 4000 (krn tdk ada ortunya).
Maka Santri2 dikerumuni, dikeloni slm 24 jam.

12. Bnyk yg ingin meniru spt gontor, tp yg dilihat hanya kulitnya sj, tdk nilai2 dan jiwa yg ada di dlmnya. (Yg ditiru hny bhs arab inggrisnya, pengelolaan asrama).

13. Jadilah kalian Mundzirul kaum sesuai dg profesinya masing2.

14. Apa yg kami lakukan skrg adalah warisan yg lalu, yg tlh dirintis oleh trimurti. Tdk ada yg keluar dr nilai2.

15. Pak hasan dlm bnyk pertemuan srg membacakan piagam wakaf pm gontor. Agar semua tahu apa yg diwasiatkan oleh trimurti.

16. Jika kita mengatakan saat ini blm waktunya menegakkan nilai2 islam? Kira2 anak cucu kita nanti pasti akan mengatakan hal yg sama. Yaitu Blm waktunya.

Kalau tdk skrg kapan lagi, kalau tdk kita siapa lagi.

Bung Karno kl tdk dipaksa utk proklamasi oleh para pemuda waktu itu maka kemerdekaan akan tertunda.

Jika pingin kawin jgn nunggu punya kasur yg mentul2.

Inilah pola yg dipakai oleh gontor? Penuh kesakralan.
Pondok ini anti intervensi. Buka mata, telinga, hati, otak luas2. Tutup mulut.!
Blm melihat, mendengar, tp maunya nerocos terus. (Krn didorong tendensi)

4H (head, heart, hand, hidayah).

Nasehat pak sahal kpd santri lama.
"Kunjungilah pondokmu walaupun aku sdh tdk ada"..!!"

Read more...

Jumat, 16 November 2018

Cara agar anak menjadi pintar dan cerdas dalam ilmu pelajaran dan ilmu lainnya

0 komentar

*AYAH BUNDA, DOAKAN ANAK-ANAK KITA*

Tidak semua anak bisa kita ubah dengan metode pendidikan terbaik sekalipun. Nasihat tidak didengar, pujian tidak membuatnya termotivasi, hukuman tidak membuatnya takut. Apalagi yang akan kita lakukan sebagai orang tua atau guru?

Dudukkan anak di pangkuan, peluk, usap kepalanya, lalu doakan kebaikan untuknya. Mungkin, metode pendidikan modern tidak pernah menganjurkan Anda menggunakan metode ini. Tapi, metode ini dipraktikkan Nabi, sang murabbi sejati. Dan metode ini benar-benar efektif.

Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas:

ضمني رسول الله صادلى الله عليه وسلم إلى صدره وقال: اللهم علمه الحكمة.

_"Rasulullah saw. mendekapku ke dadanya, lalu berdoa: 'Ya Allah, ajarkanlah hikmah kepadanya.'"_

Dalam riwayat lain:

اللهم فقهه في الدين و علمه التأويل.

_"Ya Allah jadikanlah ia seorang yang fakih tentang agama ini dan ajarilah ia ilmu tentang takwil (tafsir Al-Qur'an)."_

Berkat doa tersebut, di kemudian hari Ibnu Abbas ra. menjadi ulama besar dan pakar tafsir Al-Qur'an.

Ummu Sulaim pernah membawa Anas kepada Rasulullah Saw. Lalu berkata, "Wahai Rasulullah, inilah Anas kecil, anakku. Saya bawa kepadamu agar ia membantumu maka doakanlah ia!"

Rasulullah Saw. pun mendoakannya,

اللهم أكثر ماله وولده وبارك له فيما أعطيته

"Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah ia dalam apa yang Engkau berikan kepadanya."

Anas berkata: "Demi Allah, hartaku banyak! Sedangkan anak dan cucuku, hari ini, jumlahnya sekitar seratus silih berganti mengunjungiku."

Orang tua dan guru jangan bosan mendoakan anak atau anak didiknya. Karena, doa orang tua dan guru untuk anak dan anak didiknya dikabulkan. Apalagi pada waktu-waktu yang mustajab. Bawalah anakmu dan anak didikmu kepada orang shalih agar didoakan.

Belum tentu metode ini diterapkan di sekolah paling favorit sekalipun. Terapkan di lembaga pendidikan yang Anda kelola.

Sukoharjo, 17 November 2018

*Hawin Murtadlo*

Read more...

Jadi Tahu

0 komentar

*JADI TAHU*

~ JADI TAHU
siapa yang pertama memberitakan kemerdekaan Indonesia? : koran-koran ARAB.

~ JADI TAHU siapa yang pertama mengakui kedaulatan Republik Indonesia? : ARAB Mesir & Palestina.

~ JADI TAHU
siapa yang pertama mengirim bantuan senjata dari luar Indonesia pasca Proklamasi? ARAB, senjata dari Mesir diangkut atas biaya Arab Saudi.

~ JADI TAHU
siapa tokoh yang pertama mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia? ARAB, Syaikh Ismail Husein Mufti Palestina.

~ JADI TAHU
Proklamasi 1945 dibacakan di rumah orang ARAB, Faraj Martak. Jalan Proklamasi 56.

~ JADI TAHU
Bung Karno sakit beri-beri sebelum proklamasi, sembuh diberi MADU ARAB oleh Faraj Martak.

~JADI TAHU
Kakeknya Bung Hatta belajar di ARAB.

~ JADI TAHU
Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim menimba ilmu di ARAB.
Orang yang dianggap berbahaya oleh Snouck Hurgronje adalah orang yang pulang dari ARAB, karena itu ditandai dengan gelar HAJI.

~ JADI TAHU
Yang menyelamatkan Bendera Pusaka saat agresi militer Belanda II 1948 adalah orang ARAB, Mayor Husein Muthahhar. Beliau juga penyusun lagu Dirgahayu Indonesiaku, Hymne Syukur dan Mars Pramuka.

~ JADI TAHU
Salah satu bapak pendiri bangsa kita adalah orang ARAB, AR. Baswedan anggota BPUPKI dan Wakil Menteri Penerangan 1946. Kakek Anis Baswedan Gubernur Jakarta.

~
JADI TAHU
Lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, dibuat oleh keturunan ARAB, Syarif Abdul Hamid al-Kadrie. Sultan Pontianak.

~
JADI TAHU
Sultan Syarif Kasim II keturunan ARAB, menyerahkan mahkota, istana, dan hampir seluruh kekayaan Kesultanan Siak Sri Inderapura kepada pemerintah RI termasuk Uang sebesar 13 juta gulden setara 69 juta euro atau lebih dari 1 triliun rupiah. Segepok uang itulah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno. Belum lapangan minyak Stanvac yang menjadi pemasukan utama NKRI selama 73 tahun ini

~
JADI TAHU
Dan banyak lagi ...
*Dalam praktik hidup kita alami juga banyak sekali W.N.I. turunan Cina yang pergi dan memihak kepada bangsa aslinya: RRC. Warga negara keturunan Arab boleh dikatakan tidak ada yang semacam itu. Indonesia sudah benar-benar menjadi Tanah Airnya*.

JADI TAHU
Arab banyak memberi bantuan gratis, bukan hutang yang disebut bantuan, benar-benar gratis, dari pendidikan, keagamaan, bantuan saat bencana dan lainnya. Arab hampir tak pernah meminta-minta pada Indonesia, justru banyak memberi. Kalau tak bisa membalas budi, setidaknya kata-kata yang manis dan ucapan terima kasih.
Sukrooon
Aina sukron... 😄😫😇

Read more...

Rabu, 07 November 2018

Nilai nilai pendidikan di Gontor yang di ragukan masyarakat Indonesia

0 komentar

KH.Prof.Dr. Amal Fathullah Zarkasyi .MA :

1. Ada wartawan yang bertanya kepada Pak KH.Zarkasyi berapa banyak alumni Gontor yang menjadi orang besar. Pak Zar menjawab: "Ukuran besar menurut kami dan anda beda!". Orang besar menurut kami adalah alumni yang ikhlas mengajar disurau kecil. InsyaAllah surganya tidak kalah dengan surga para pejabat.

2. Panca Jiwa sebetulnya sudah dicetuskan KH.Imam Zarkasyi sejak tahun 1966 di Yogyakarta tetapi yang merespon saat itu tidak banyak.

3. Lima aspek penting Panca Jiwa itu yang tahu dan bisa menerapkan ya alumni Gontor sendiri bukan orang lain.

4. Keberhasilan Panca Jiwa itu terletak bukan hanya pada teori tetapi pada praktek dan keteladanan.

5. Kemandirian pondok itu berarti  bahwa segala urusan  berusaha diurus sendiri.

6. Nilai pendidikan yang ada di Gontor itu semuanya ada  baik teori, akhlaq, karakter building, kepemimpinan dll.

7. Pendidikan di Gontor itu bersifat holistik dalam arti menyeluruh.

8. Gontor ibarat pabrik yang menyediakan onderdil dan suku cadang yang dibutuhkan masyarakat.

9. Dulu ada seorang santri dengan bekal pendidikan di Gontor bisa sekolah di Madinah dan menjadi sastrawan yang kumpulan syair- syairnya dibukukan dan dicetak di Saudi dengan judul :

ديوان رحمة عارفين

Padahal waktu di Gontor seorang pemusik.
Ada lagi seorang pengusaha yang kemudian jatuh dari usahanya, lalu berawal dari sebuah acara yang seyogyanya diisi oleh seorang muballigh dan ternyata berhalangan, akhirnya dia yang menggantikan posisi muballigh tersebut dan ternyata apa yang dia sampaikan sangat memukau dengan kutipan ayat Al- Quran, hadist, mutholaah dan  mahfudzatnya maka akhirnya dia ketagihan dan ujung-ujungnya dia menjadi penceramah. Padahal dulu di Gontor cuma sampai kelas 2 KMI. Dan ketika ditanya ternyata modalnya ia dapatkan dari kegiatan  muhadharah ( latihan pidato) ketika di pondok.

10. Nahwu di Gontor ada yang  menganggap remeh dan menganggap bahwa  buku Nahwu Gontor dipelajari di Mesir di tingkat Ibtidaiyyah. Mereka tidak faham bahwa penggunaan buku itu dipilih karena sistimatis dan mudah difahami. Belum lagi dibarengi dengan metodologi pengajaran yang efektif dan efisien sehingga mudah untuk diterapkan. Terbukti bahwa para menerjemah resmi pada saat kedatangan raja Salman dari Saudi yang  datang berkunjung ke Indonesia adalah anak- anak Gontor.

11. Pola pendidikan Gontor itu tercakup dalam pendidikan akhlaq  baik intra, ektra dan co kulikuler. Ingat! Bahwa dalam Islam ilmu itu sangat berkaitan dengan nilai akhlak . Maka dari itu menjadi alim saja tidak cukup, jangan sampai menjadi orang _alim ghoiru sholih._.
Itulah hakikat ilmu yang bermanfaat itu yaitu ilmu yang mampu membangun keshalihan maka dari itu Nabi men gajarkan doa :

اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن دعاء لا يسمع
_" Yaa Allah aku berlindung padaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak takut padaMu dan dari permohonan yang tidak didengar ( dikabulkan)!"._

12. Kiat- kiat memajukan pesantren. Gontor tak punya etalase tapi alumni- alumni dengan kiprahnya di masyarakat itulah etalase Gontor dengan terus menjaga kwantitas dan kwalitasnya.

13. Kedatangan tamu dan _ikroomu Dhaif_ itu adalah salahsatu sarana membangun diplomasi pesantren. Begitu juga dengan network atau jaringan ke berbagai lembaga baik dalam maupun luar harus terus dijalin.

14. Ada yang bilang : " Kiayi kok sering keluar !" Kita jawab kalau keluar untuk kepentingan pondok itu harus, daripada wara-wiri nyari istri baru !" .

15. Pondok tidak harus selalu menggunakan prinsip _yaadu suflaa_( tangan yang selalu dibawah untuk meminta) tapi prinsipnya sama- sama membangun. Mesjid UNIDA dari pak Probo 600 juta, ada yang bantu lagi 600 juta ternyata masih kurang maka pondok mengeluarkan dana 700 juta, jadilah mesjid UNIDA.

16. Ingat ! Barokah itu bukan hanya rizki tetapi barokah koneksi. Dan muadalah itu juga bagian dari barokah koneksi.

17. Pemerintah terlambat mengakui Gontor . Mesir sudah mengakui ijazah Gontor sejak tahun 1957 sedangkan pemerintah baru tahun 2000. Kursus jahit saja diakui pemerintah masa Gontor tidak!. Hanya karena tidak mau ikut kurikulum pemerintah, padahal diluar negeri, sekolah yang punya sistem mandiri walau  berbeda dengan pemerintah justru dihargai. Yang jadi ukuran adalah keberhasilan dan kiprah alumninya. Akhirnya Universitas Brawijaya menulis di formulirnya : Lulusan SMA atau KMI Gontor. Begitu juga Polda Jatim .

18. Seribu Gontor itu berarti 1000 KMI. bukan Tsanawiyah.

19. Sekarang ini Universitas Negeri apa Swasta tidak terlalu penting tetapi yg lebih penting nilai akreditasi A atau B.

20. Di UNIDA fakultas tidak penting pokoknya keluar dari UNIDA harus siap dipanggil Ustadz.

21. Diera digital kita harus mengerti perangkat- perangkat itu karena akan sangat memudahkan .

من لم يعرف الحاسوب الآلي فليذهب الى الغابة ، لأنه لا يليق أن يعيش في العصر الحديث

" _Barangsiapa yang tidak mengenal perangkat komputer maka pergilah ke hutan karena ia adalah orang yang tidak layak hidup di abad modern ini!"._

Wallohu ' alam Bishowab. 
_(* Ditulis berdasarkan catatan saat seminar  disampaikan, dengan tanpa mengurangi substansi yang dipaparkan. Semoga bermanfaat!_)

Read more...